Woensdag, 20 Maart 2013

ILMU SEBAGAI PROSES & PROSEDUR


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Ilmu Sebagai Proses
Dilihat dari segi bahasa ilmu berarti sebuah pengetahuan sedangkan proses adalah runtunan perubahan (peristiwa) dalam perkembangan sesuatu, rangkaian tindakan, pembuatan atau pengolahan yang menghasilkan produk.[1] Oleh karena itu yang dimaksud ilmu sebagai proses adalah segala sesuatu yang telah diperbuat oleh manusia atau disebut juga aktivitas manusia yang tidak hanya satu kegiatan melainkan suatu rangkaian kegiatan untuk mendapatkan ilmu itulah yang dinamakan ilmu sebagai proses. Rangkaian aktivitas yang dilakukan manusia dalah sebuah proses, dan rangkaian aktifitas itu bisa bersifat rasionalis, kongnitif, dan teologis.

a.       Rasionalis
Aktivitas rasional berarti kegiatan yang mempergunakan kemampuan pikiran untuk menalar yang berbeda dengan aktivitas berdasarkan perasaan dan naluri. Ilmu menampakkan diri sebagai kegiatan penalaran logis dari pengamatan empiris.
Penalaran merupakan suatu proses berpikir dalam menarik sesuatu kesimpulan yang berupa pengetahuan. Manusia pada hakikatnya merupakan makhluk yang berfikir, merasa, bersikap, dan bertindak. Sikap dan tindakannya bersumber pada pengetahuan yang didapatkan lewat kegiatan merasa atau berpikir. Penalaran menghasilkan pengetahuan yang dikaitkan dengan berpikir bukan dengan perasaan, meskipun seperti itu dikatakan Pascal, hati pun mempunyai logika tersendiri. Meskipun demikian patut kita sadari bahwa tidak semua kegiatan berfikir menyandarkan diri pada penalaran. Jadi penalaran merupakan kegiatan berfikir yang mempunyai karakteristik tertentu dalam menemukan kebenaran.
            Berpangkal pada hasrat kognitif dan kebutuhan intelektualnya, manusia melakukan rangkaian pemikiran dan kegiatan rasional dengan lingkungan atau masyarakat yang kemudian melahirkan ilmu.
b.      Kongnitif
Kongnitif artinya aktivitas pemikiran yang bertalian dengan; pengenalan, penyerapan, pengkonsepsian, dalam membangun pemahaman pemahaman secara terstruktur guna memperoleh pengetahuan[2]
            Pada dasarnya ilmu adalah sebuah proses yang bersifat kognitif, bertalian dengan proses mengetahui dan pengetahuan. Proses kognitif adalah suatu rangkaian aktivitas seperti pengenalan, penyerapan, pengkonsepsian, dan penalaran (antara lain) yang dengannya manusia dapat mengetahui dan memperoleh pengetahuan tentang suatu hal.
            Menurut Piaget menyatakan bahwa di dalam diri individu terjadi adaptasi terhadap lingkungan dilakukan melalui dua proses yaitu asimilasi dan akomodasi.
c.       Teologis
Ilmu selain merupakan sebuah proses yang bersifat rasional dan kognitif, juga bercorak teleologis, yakni mengarah pada tujuan tertentu karena para ilmuwan dalam melakukan aktivitas ilmiah mempunyai tujuan-tujuan yang ingin dicapai. Ilmu melayani sesuatu tujuan tertentu yang diinginkan oleh setiap ilmuwan. Dengan demikian, ilmu adalah aktivitas manusiawi yang bertujuan. Tujuan ilmu itu dapat bermacam-macam sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masing-masing ilmuwan.

B.            Ilmu Sebagai Prosedur
Ilmu sebagai prosedur merupakann ilmu sebagai penelitian yang menggunakan metode ilmiah, metode ilmiah inilah yang digunakan oleh para ilmuwan untuk mencari secara sistematis pengetahuan baru dengan pengetahuan yang ada.
Adapun metode ilmiah yang digunakan adalah:
a.       Pola prosedural : pengamatan, percobaan, pengukuran, survey, deduksi, induksi dan alias.
b.      Tata langkah : penentuan masalah, hipotesis, pengumpulan data, kesimpulah dan pengujian hasil.
c.       Tekhnik-tekhnik : daftar pertanyaan, wawancara, perhitungan dan pemanasan.
d.      Alat-alat : timbangan, meteran, perapian, computer.
Langkah-langkah dalam metode ilmiah adalah sebagai berikut:
a.       Penentuan masalah
Secara sadar kita menetapkan masalah yang akan ditelaah dengan ruang lingkup dan batas-batasnya.
b.      Penyusunan kerangka masalah
Usaha untuk mendeskripsikan masalah dengan lebih jelas.
c.       Pengajuan hipotesis
Adalah merupakan suatu usaha untuk memberikan penjelasan sementara mengenai hubungan sebab-akibat yang mengikat faktor-faktor yang membentuk kerangka masalah tersebut.
d.      Deduksi dari hipotesis
Merupakan langkah perantara dalam usaha kita untuk menguji hipotesis yang diajukan.
e.       Pembuktian hipotesis
Merupakan usaha untuk mengumpulkan fakta-fakta. Jika hipotesis yang diajukan sesuai dengan fakta-fakta dalam dunia empiris, maka hipotesis tersebut telah terbukti, tapi jika tidak terbukti, maka hipotesis tersebut ditolak.
f.       Penerimaan hipotesis menjadi teori ilmiah.
Setelah hipotesis tersebut telah terbukti, maka hipotesis tersebut sudah dianggap sebagai suatu teori ilmiyah baru.[3]

C.    Ilmu Sebagai Produk
Ilmu sebagai hasil atau produk berupa pengetahuan sistematis, ilmu dipahami sebagai seluruh kesatuan ide yang mengacu ke dunia obyek yang sama dan saling berkaitan secara logis.
 ilmu merupakan kumpulan pengetahuan sistematis yang merupakan produk dari aktivitas penelitian dengan metode ilmiah/ sebagai sistem pengetahuan, ilmu mempunyai obyek material dan obyek formal.
Obyek material sering disebut pokok soal, sedangkan obyek material dinamakan titik perhatian.
Ilmu berbeda dari pengetahuan karena ciri sistematis, dan berbeda dari filsafat karena ciri empirisnya. Ciri sistematis berarti bahwa kumpulan pengetahuan-pengetahuan itu memiliki hubungan-hubungan ketergantungan dan teratur.
The Liang Gie memberikan definisi sebagai berikut tentang ilmu. Dia mengatakan: " ilmu adalah rangkaian aktivitas manusia yang rasional dan kognitif dengan berbagai metode berupa aneka prosedur dan tata langkah sehingga menghasilkan kumpulan -pengetahuan yang sistematis mengenai gejala-gejala kealaman, kemasyarakatan, atau keorangan untuk tujuan mencapai kebenaran, memperoleh, pemahaman, memberikan penjelasan, ataupun melakukan penerapan. "[4]


[1] http://ardiansyahputera.wordpress.com/2010/11/07/ilmu-sebagai-proses-dan-produk/
[2] http://paparisa.unpatti.ac.id/kuliah/mod/page/view.php?id=13
[3] Drs, Burhanuddin Salam, Sejarah Filsafat Ilmu dan Teknologi, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2000), hal. 25
[4] http://ardiansyahputera.wordpress.com/2010/11/07/ilmu-sebagai-proses-dan-produk/

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking